Mengenal TJH III pada Asuransi Mobil

Terkadang, mematuhi peraturan lalu lintas saja tidaklah cukup untuk menghindarkan pengendara dari kecelakaan lalu lintas. Hal ini bisa disebabkan karena kondisi jalan yang kurang baik atau kelalaian pengendara lain atau pengguna jalan yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Bila Anda seorang pendendara yang menjadi korban, mungkin Anda tidak perlu khawatir karena Anda bisa meminta ganti rugi terhadap orang menabrak kendaraan Anda. Namun, bagaimana jika Anda yang menabrak kendaraan atau pengguna jalan tanpa sengaja? Tentu saja Anda akan panik dan khawatir karena masalah ini bisa membuat Anda berurusan dengan pihak yang berwajib. Meskipun begitu, bila Anda memiliki asuransi mobil dengan fasilitas tanggung jawab hukum terhadap orang ketiga atau biasa disebut TJH III, Anda tak perlu khawatir dan panik ketika menghadapi masalah ini karena pihak asuransi akan membantu Anda melalui fasilitas TJH III tersebut. Mau tahu lebih detail tentang fasilitas ini? Simak penjelasannya di bawah ini:

Tanggungan

Pihak pertama adalah pihak asuransi dan pihak kedua adalah pemegang polis. Lalu, pihak ketiga yang dimaksudkan di sini adalah pihak lain yang mengalami kerugian. Pihak lain di sini pun bukan hanya sekedar orang yang menjadi korban tapi juga kendaraan bila korban menggunakan kendaraan bermotor dan supir bila korban menggunakan jasa supir. Bahkan jika korban harus masuk rumah sakit atau bahkan meninggal dunia, pihak asuransi akan tetap memberikan bantuan kepada korban. Dengan mendapatkan fasilitas ini, wajar apabila Anda tidak perlu khawatir soal membayar ganti rugi terhadap korban atau kerusakan yang sudah terjadi karena perusahaan asuransi akan membantu Anda.

Pembatalan

Tanggung jawab hukum terhadap orang ketiga ini tidak bisa diaktifkan atau digunakan apabila kendaraan yang ditabrak juga sudah diasuransikan oleh pemiliknya. Pihak asuransi akan meminta korban untuk mengklaim asuransi mereka agar mereka bisa mendapatkan uangĀ  pertanggungan atau perbaikan di bengkel rekanan dari perusahaan asuransi. Pihak asuransi (dari pihak Anda) hanya akan memberikan bantuan berupa surat keterangan atau keterangan verbal terhadap pihak asuransi dari pihak korban agar klaim bisa segera diproses. Lalu bagaimana bila korban tetap menuntut ganti rugi terhadap Anda? Sebaiknya minta maaf dan minta bantuan dari pihak asuransi untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara baik-baik. Bila pihak asuransi dari pihak korban sudah memberikan bantuan, dia tidak berhak lagi untuk melakukan penuntutan.

Pembatasan

Perusahaan asuransi hanya menanggung kerugian yang sudah Anda sebabkan terhadap kendaraan lain sesuai dengan batasan persetujuan yang sudah disepakati bersama ketika membeli asuransi kendaraan bermotor. Pada umumnya, limit yang diberikan setiap perusahaan untuk dana TJH III berbeda-beda, ada yang 10 juta, 25 juta, 30 juta, 100 juta atau bahkan lebih. Namun, semakin tinggi dana TJH III yang diminta, semakin besar pula premi yang harus dibayar. Untuk itu, bila dana yang disediakan oleh pihak asuransi hanya 25 juta rupiah sedangkan total kerugian yang harus ditanggung adalah 30 juta rupiah, selisihnya Anda sendiri yang harus menanggungnya. Meskipun demikian, hal ini sudah sangat banyak membantu. Coba bayangkan jika semua kerugian harus ditanggung sendiri, sudah pasti Anda harus kehilangan banyak uang atau bahkan harus berhutang terlebih dahulu.

Mudah-mudahan dengan mengetahui hal ini, Anda bisa lebih tenang dalam berkendara dan tidak merasa khawatir seandainya Anda tidak sengaja menabrak pengendara lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *