Ketahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Premi Asuransi Kesehatan

Tidak ada yang tahu kapan sakit bakal dialami. Satu hal yang pasti kalau serangan penyakit tidak memandang usia serta tidak mengenal situasi & kondisi. Makanya, rencanakan membeli asuransi untuk diri sendiri & keluarga dalam waktu dekat. Ketika Anda memiliki polis asuransi kesehatan, tidak perlu khawatir masalah biaya pengobatan atas penyakit yang diderita. Anda bisa gunakan kartu anggota asuransi kesehatan atau ajukan klaim pada perusahaan asuransi.

Untuk bisa memiliki asuransi kesehatan, Anda harus membayar sejumlah premi pada perusahaan asuransi. Premi inilah yang bakal diakumulasikan oleh perusahaan untuk membayar klaim nasabah. Premi masing-masing nasabah tentunya tidak sama. Hal ini lantaran ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi besar kecilnya premi asuransi kesehatan. Apa saja faktor-faktor tersebut? Berikut:

Usia nasabah saat mengajukan polis

Pemohon yang berusia muda akan ditawarkan tarif premi yang lebih rendah dibanding pemohon yang sudah usia lanjut. Meskipun penyakit menyerang segala usia, tapi faktanya mereka yang berusia lanjut lebih rentan terserang ketimbang mereka yang masih muda. Tidak lain karena kekebalan tubuh pada lansia mengalami penurunan. Tingginya resiko terserang penyakit & meninggal dunia pada lansia inilah yang membuat tarif premi yang ditawarkan perusahaan lebih mahal. Makanya, Anda harus sedari sekarang membeli asuransi setidaknya dapat meringankan tarif premi dari sisi usia. Di samping itu, tindakan ini juga patut dipertimbangkan untuk menghindari penolakan oleh pihak perusahaan ketika usia saat mengajukan polis sudah terlalu tua.

Plan yang ditentukan nasabah

Anda sebagai nasabah berhak menentukan plan sesuai dengan kebutuhan & keinginan. Namun, plan ini juga turut mempengaruhi besar kecilnya tarif premi asuransi kesehatan. Ketika Anda memilih plan A yang bakal dirawat di kamar kelas 3 ketika sakit, tarif premi yang ditawarkan tentu akan lebih rendah ketimbang Anda memilih plan B yang bakal dirawat di kamar kelas 1 atau VIP. Sebab, di kamar kelas 1 atau VIP akan mendapatkan fasilitas yang lengkap mulai dari kamar rawat inap sendiri (tidak berbagi dengan pasien lain), pendingin ruangan, TV, dan lain sebagainya.

Jenis asuransi kesehatan yang dipilih

Secara umum ada 2 jenis asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Pertama, asuransi kesehatan murni dan asuransi kesehatan plus investasi. Asuransi kesehatan murni artinya Anda benar-benar menyetorkan premi untuk menjamin biaya kesehatan. Sedangkan, asuransi kesehatan plus investasi artinya Anda tidak hanya bakal memperoleh jaminan biaya kesehatan tetapi juga mendapatkan nilai tunai dari investasi. Akan hal ini, tak heran jika asuransi kesehatan plus investasi akan lebih mahal ketimbang asuransi kesehatan murni. Untuk menentukan mana yang terbaik, sebaiknya sesuaikan dengan kondisi keuangan & perencanaan keuangan Anda sebelumnya.

Selain ketiga faktor di atas, faktor lain yang tak kalah mempengaruhi tarif premi asuransi kesehatan adalah riwayat kesehatan nasabah & jenis kelamin. Ketika Anda memiliki riwayat kesehatan yang serius kemungkinan hasil underwriting akan mengarah pada pertambahan premi asuransi atau bahkan berpotensi ditolak. Gender juga menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menentukan tarif premi. Tarif premi asuransi kesehatan wanita umumnya akan lebih besar ketimbang pria. Intinya adalah semakin tinggi resiko nasabah masuk rumah sakit & meninggal, perusahaan asuransi bakal memberikan tambahan premi karena akan meningkat pula kewajibannya.

Hal-hal Ini yang Membuat Perusahaan Asuransi Kesehatan Tidak Akan Menyetujui Klaim

Bagi pemegang polis asuransi kesehatan, mereka tidak akan merasa khawatir lagi bila harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Mereka memang akan membayar sendiri biaya rumah sakit tapi setelah itu biaya yang sudah dikeluarkan akan diganti rugi oleh pihak asuransi. Dengan begitu, akan muncul rasa nyaman dan tenang dalam hati dan pikiran karena tidak mengeluarkan banyak uang. Hal baik lainnya adalah mereka juga bisa mendapatkan layanan rawat inap atau rawat jalan sesuai kebutuhan. Namun, semua manfaat ini tidak akan didapatkan oleh pemegang polis jika pihak asuransi tidak menyetujui klaim karena hal-hal di bawah ini:

Masa aktif polis sudah habis

Ada masa berlaku pada polis sejak pertama kali dibeli. Pada umumnya, polis asuransi akan terus aktif apabila pemegang polis rajin membayar premi sesuai ketetapan. Ada juga sejumlah perusahaan yang menerapkan sistem kontrak di mana polis harus diperbaharui atau diperpanjang masa aktifnya selama beberapa tahun sekali. Maka dari itu, ketahui masa aktif polis asuransi dan jangan biarkan sampai habis. Jika melakukan klaim ketika masa aktif polis sudah habis, pihak asuransi tidak akan memberikan biaya ganti rugi sedikit pun. Itu berarti bahwa semua biaya harus ditanggung oleh pemegang polis. Ini jelas tidak menguntungkan dan merugikan. Untuk itu, jika polis perlu diperpanjang masa aktifnya, lakukan sesegera mungkin agar tak ditolak ketika melakukan klaim.

Dokumen yang dibutuhkan tidak dilengkapi

Perusahaan asuransi akan meminta nasabah yang melakukan klaim untuk menyerahkan sejumlah dokumen kepada mereka guna memperlancar pengajuaan klaim. Adapun beberapa dokumen wajib yang harus diserahkan tersebut adalah bukti pembayaran berupa kuitansi asli dari pihak rumah sakit (khusus untuk perusahaan asuransi yang menerapkan sistem reinbursement), surat rujukan dari dokter yang merawat, salinan hasil pemeriksaan dokter dan juga resep obat, dan formulir yang sudah diisi lengkap dan ditanda tangani oleh dokter. Mungkin ini terbilang terlalu merepotkan policy holder tapi ini adalah prosedur standar operasional atau SOP dari pihak asuransi yang harus dijalankan oleh pemegang polis. Dengan adanya dokumen-dokumen tersebut, mereka pun bisa percaya kepada nasabah dan tidak akan menganggap bahwa nasabah sedang melakukan tindak penipuan. Tak dapat dipungkiri bahwa mereka tidak mau kasus penipuan menimpa mereka jika hanya meminta klien mereka hanya menyerahkan formulir klaim tanpa dokumen-dokumen dari pihak rumah sakit.

Data yang diberikan palsu

Segala tindak penipuan di zaman modern seperti saat ini terbilang cerdas dan sulit untuk dideteksi. Tak heran apabila memberikan kepercayaan kepada orang lain itu merupakan hal yang cukup sulit dilakukan saat ini. Hal serupa juga dilakukan oleh pihak asuransi guna mencegah segala bentuk penipuan untuk mendapatkan uang. Salah satu hal yang sangat mereka waspadai adalah pemalsuan data yang nasabah berikan ketika mengajukan klaim. Ada banyak kemungkinan di mana nasabah memberikan data palsu, baik berupa kuitansi pembayaran, tanda tangan dokter, surat keterangan dari pihak rumah sakit dan lain sebgaainya. Guna mengantisipasi hal ini, pihak asuransi pun akan menerjunkan staf mereka untuk mengecek keaslian data yang sudah mereka pegang. Jika terbukti adanya tindak penipuan berupa pemalsuan data, klaim akan segera ditolak dan nasabah bisa saja berurusan dengan pihak kepolisian. Sebaliknya, jika data memang benar adanya, mereka akan segera memproses dan menyetujui klaim yang sudah diajukan. Dalam kurun waktu paling sedikit dua minggu, dana akan dicairkan dan diberikan kepada pemegang polis.